Jumat, Agustus 26, 2011

PYELONEFRITIS

Pada bulan Ramadhan ini umat Islam diwajibkan puasa yg dimulai sejak terbit fajar hingga tenggelamnya mentari. Pada kebanyakan orang asupan cairan pada saat puasa berkurang dibandingkan saat tidak puasa. Asupan cairan yg harus terpenuhi setiap hari minimal 8 gelas perhari. Pada saat puasa kebanyakan orang minum kurang dari itu. Akibatnya sering timbul penyakit infeksi saluran kemih. Penyakit ISK ini apabila dibiarkan menahun dapat menimbulkan penyakit yang lebih berat yaitu penyakit radang ginjal (pyelonefritis).

DEFINISI
Pyelonefritis adalah perdangan pada pyelum (piala) ginjal yang disebabkan oleh Infeksi Saluran Kemih (ISK). ISK sendiri bisa mengenai saluran kencing bagin atas (ureter, pielum dan ginjal maupun bagian bawah (kandung kemih dan uretra).
Infeksi Saluran Kemih adalah keadaan bertumbuh dan berkembangnya kuman di dalam saluran kemih dengan jumlah bermakna. Hal-hal yang memudahkan terjadinya ISK : kelainan bawaan yang bersifat sumbatan (batu saluran kemih), pemasangan kateter kandung kemih, stasis urine karena obstipasi, tumor dll.

Pyelonefritis terjadi melalui cara :
- Hematogen : penyebaran lewat pembuluh darah, bisa terjadi pada bayi sebagai akibat sepsis
- Perkontinuitatum : pada dewasa dan anak yang lebih besar : dari perineum menjalar secara asenderen ke kandung kemih, ureter atau parenkim ginjal.

GEJALA
Gejala ISK bagian atas : nyeri pinggang dan demam. Pada infeksi kronis / berulang dapat terjadi tanda-tanda gagal ginjal menahun.
Gejala ISK bagian bawah : nyeri berkemih (disuria), kencing mengejan tanpa demam.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
-Urine lengkap, bila ditemukan silinder lekosit  tanda-tanda pyelonefritis
-Radiologis : IVP (Pyelografi Intravena)
-Peningkatan LED, kadar CRP, Penurunan fungsi ginjal + adanya azotemia menandakan adanya Infeksi Saluran Kemih bagian atas.

PENATALAKSANAAN
Secara umum : atasi demam, muntah, dehidrasi dll
Dianjurkan banyak minum dan jangan membiasakan menahan kencing.
Faktor predisposisi dicari dan dihilangkan.
Tata laksana khusus :
1. Pengobatan Infeksi Akut
2. Pencegahan Infeksi Berulang
3. Koreksi Bedah terhadap kelainan anatomis saluran kemih.

Senin, November 29, 2010

PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

PENDAHULUAN

Infeksi Virus Dengue
Adalah penyakit sistemik yang dinamis dengan spectrum klinis yang luas dari yang ringan sampai berat bahkan dapat terjadi kematian.
Gejala klinisnya timbul mendadak dengan penampilan klinis dalam fase :
1.Panas
2.Afebris / kritis
3.Recovery / penyembuhan

Kunci keberhasilan tata laksana infeksi virus dengue adalah :
1.Deteksi dini
2.Mengetahui fase sakit dan problemnya
3.Managemen yang rasional “correct and timely intervention” dan monitoring ketat
Penanganan penderita di awal sakit oleh tenaga kesehatan menentukan outcome.

PENAMPILAN KLINIS INFEKSI VIRUS DENGUE
Fase Febris
1.Panas timbul akut, langsung tinggi, berlangsung 2-7 hari
2.Flushing atau ruam eritro makulo papuler (seperti morbili)
3.Nyeri otot, sendi, kepala, retro orbital, seluruh tubuh, perut dll.
4.Nyeri tengorok dengan pharyng merah
5.Mata merah tanpa secret
6.Mual, muntah, tidak nafsu makan dan kadang disertai diare
7.Pembesaran hati (hepatomegali)
8.Dapat disertai perdarahan, petekiae, epistaxis, perdarahan gusi, tes Rumple Leede positif.
9.Leukopenia
10.Dikenal beberapa tanda / gejala sebagai “warning sign” mengarah ke varian infeksi virus dengue berat, yaitu :
a). Abdominal pain / tenderness
b). Persisten vomiting
c). Mucosal bleeding
d). Lethargy / restlessness
e). Liver yang cepat membesar
11. asalah yang dapat timbul :
a). Dehidrasi
b). Kejang Demam

Fase Afebris / Kritis
Pada saat deverfescence di mana temperature mulai turun (biasanya terjadi pada hari ke-3 s/d 6 sakit), penderita infeksi virus dengue akan terbagi menjadi 2 kelompok :
1). Kelompok penderita yang klinis membaik dengan ditandai dengan keadaan umum yang lebih baik dari sebelumnya, nafsu makan mulai timbul, kadang disertai convalescence rash. Kelompok ini adalah varian klinik undifferentiated fever dan dengue fever.
2). Kelompok penderita yang klinis memburuk, disebabkan terjadinya gangguan hemostatik yang ditandai dengan penurunan jumlah trombosit dan kebocoran plasma yang ditandai dengan peningkatan hematokrit (kelompok klinik dengue haemorhagic fever) sampai dengan terjadinya gangguan sirkulasi berupa presyok, syok bahkan profound syok dengan nadi tk teraba dan tekanan nadi tak terukur (kelompok klinik dengue syok syndrome). Apabila syok tak tertangani akan jatuh ke dalam prolonged syok kemudian akan disusul terjadinya :
a. Gangguan fungsi multi organ
b. Asidosis metabolic
c. Disseminated Intravascular coagulation
yang akan diakhiri dengan perdarahan perdarahan masif dan kematian.

Masalah yang seringkali timbul pada fase kritis ini adalah :
1). Gangguan sirkulasi / syok
2). Perdarahan massif
3). Gangguan fungsi organ

Fase Recovery
Fase Kritis berlangsung ≤ 48 jam, yang segera disusul oleh fase recovery, ditandai dengan perbaikan keadaan umum berupa muncul nafsu makan, keinginan bermain, vital sign yang stabil, produksi urine yang cukup, kadang disertai munculnya konvalesence rash pada kedua tangan dan kedua kaki. Periode recovery ini biasanya berlangsung 48-72 jam. Masalah yang sering menyertai fase recovery ini adalah hypervolemia.

DIAGNOSIS INFEKSI VIRUS DENGUE
Aspek diagnosis pada infeksi virus dengue ini merupakan tahapan yang sangat penting dalam tata laksana infeksi virus dengue. Lakukan diagnosis sedini mungkin, kemudian berikan terapi yng tepat (correct and timely intervention), akan menghasilkan tatalaksana yang efisien dan kesembuhan yang optimal.
Penguasaan gejala klinik penyakit infeksi virus dengue pada periode sakit (fase febris) sangat menentukan berhasilnya deteksi dini penderita infeksi virus dengue. Panas yang timbul akut, langsung tinggi, disertai nyeri, tak mau makan, mual, muntah, ruam eritro makulopaupuler, tanda perdarahan spontan, pemeriksaan darah tepi didapatkan lekopenia sangat sugestif ke arah diagnosis infeksi dengue.
Panda saat itu apabila dilakukan tes faal hati 80 – 90 % penderita infeksi virus dengue akan menunjukkan peningkatan SGOT dan 60% dengan peningkatan SGPT.

PENATALAKSANAAN INFEKSI VIRUS DENGUE
Periode Febris
Apabila penderita datang pada periode febris di mana belum dapat dibedakan apakah termasuk penderita Dengue Fever ataukah Dengue Haemorhagic Fever makapengobatan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :
-Antipiretik
Parasetamol sebagai pilhan dengan dosis 10 mg/kgBB/kali tidak lebih dari 4 x sehari. Jangan memberikan aspirin / ibuprofen sebab dapat menimbulkan gastritis dan atau prdarahan.
-Antibiotika tidak diperlukan
-Makan disesuaikan dengan kondisi nafsu makannya
-Apabila penderita ditetapkan rawat jalan, aka kalau dalam perjalanan didpatkan keluhan dan tanda klinis seperti di bawa ini dianjurkan untuk segera datang ke RS untuk pengobatan selanjutnya. Gejala dan tanda yang dimaksud adalah :
1 . Nyeri perut
2. Tanda perdarhan di kulit, petekhiae dn ekimosis
3. Perdarahan lain seperti epistaksis dan perdarahan gusi
4. Penderita tampak loyo dan pada perabaan terasa dingin
5. Muntah yang tak henti-henti
6. Gelisah, kesadaran yang menurun
-Kebutuhan cairan harus dipenuhi. Pemberian cairan dapat diberikan peroral akan tetapi apabila penderita tidak dapat minum, muntah terus atau panas yang terlalu tinggi pemberian cairan intravena menjadi pilihan.
-Lakukan observasi secara cermat tiap 6 jam atas tanda vitalnya dengan tujuan untuk mendeteksi adakah tanda kebocoran plasma yang mengarah ke dengue haemorhagic fever.

Periode Afebris

Demam Dengue
Kebanyakan untuk penderita demam dengue setelah panas turun penderita tampak lebih segar, timbul nafsu makan dan akan segera sembuh tanpa disertai komplikasi sehingga tidak ada pengobatan khusus. Kadang timbul gejala klinis “convalescence petechial rash” pada tangan dan kaki dengan member kesan kaus tangan atau kaus kaki. Pada beberapa kasus demam dengue yang disertai gangguan faal hati kadang ditandai dengan peningkatan SGOT dan SGPT, kadang membutuhkan waktu beberapa hari untuk dapat kembali ke akivitas hariannya dan butuh waktu beberapa minggu untuk normalnya SGOT dan SGPT.

Demam Berdarah Dengue
Pada saat temperature turun pada pemderita DBD terjadi 2 fenomena yang dapat membawa penderita pada keadaan kritis bahkan dapat berakhir dengan kematian apabila tidak tertangani secara benar yaitu adanya ganguan hemostatik berupa penurunan jumlah dan kualitas trombosit , gangguan factor pembekuan darah bahkan dapat timbul DIC dan adanya kebocoran plasma sebagai akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah. Proses kebocoran plasma dri pembuluh darah ini akan menimbulkan deficit plasma di dalam pembuluh darah.

Setelah diagnosis DBD dibuat oleh seorang dokter maka tetapkan terlebih dulu derajatnya, apakah grade I/II yang disertai gangguan sirkulasi taukah grade III/IV yang sudah disertai syok.
Cairan yang dapat dpkai apat berupa kristaloid seperti D5 Normal Saline, Ringer Lakta, D5 Ringer Laktat, D5 Ringer Asetat dan koloid yang mempunyai berat molekul yang tingi seperti Plasma, Plasma Pengganti (Dextran, Haess, Gelofusin dll).
Transfusi darah dan Trombosit
Indikasi Transfusi Wholeblood atau Packed Red Cell adalah adanya perdarahan > 10% dan concealed internal bleeding.
Indikasi Transfusi Trombosit dalah adanya perdarahan yng signifika dan trombositopenia atau jumlah trombosit < 10.000/mmk.

PEMBERANTASAN DBD
Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh Virus Dengue yang termasuk genus Flavivirus serotype DEN-1 , DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Virus Dengue termasuk arbovirus yang ditularkan melalui gigitan artropoda (nyamuk, lalat, caplak dll). Vektor DBD yang paling utama adalah nyamuk Aedes aegypti.

Karakteristik Aedes Aegypti
-Biasa menggigit sepanjang siang hari terutama pagi dan sore hari
-Kemampuan terbang maksimum 100m (rata-rata 40m)
-Umur nyamuk dapat mencapai 3 bulan (rata-rata 2-4 mgg)
-Tidak terdapat di daerah ketinggian >1000m di atas permukaan laut
-Nyamuk betina etiap 2 hari seali menghisap darah manusia
-Darah manusia diperlukan untuk pematangan telur nyamuk
-Virus dengue berkembang biak dengan cara membelah diri
-Kurang dari 1 mgg virus sudah terdapat pada kelenjar air liur nyamuk
-Virus dengue berpindah bersama air liur nyamuk pada saat nyamuk menggigit manusia.
-Berkembang biak di TPA (Tempat Penampungan Air) bersih yg tidak berhubungan dengan tanah antara lain dalam rumah : bak mandi/WC, tempayan, drum, di luar rumah : barang bekas yang dapat menampung air: kaleng, ba bekas, pot tanaman air, pelepah daun, lubang pohon, potongan bambu, genangan air di talang.

Faktor yang mempengaruhi Penyebarluasan DBD
1.Host
-Viremia
-Kepadatan
-Mobilitas
-Pengetahuan
-Perilaku dalam penyimpanan air bersih

2.Agent dan Vektor
-Serotype D1 D2 D3 D4
-Nyamuk Aeed aigypty, Aedes albopictus
-Tersebar di seluruh pelosok Indonesia, khususnya di perkotaan
-TPA buatan manusia di dalam dan di luar rumah

3. Lingkungan
-Cuaca / musim
-Perumahan : elite, umum, kumuh
-TTU / bangunan kosong
-Tempat penyediaan air bersih

4.Musim
-Musim hujan : kelembaban dan suhu optimum bagi nyamuk, sehingga umur nyamuk lebih panjang
-Kondisi ini mengakibatkan meningkatnya jumlah penderita DBD pada musim hujan
-Pada musim kering -> kebiasaan menampung air


Cara Memberantas DBD
-Obat belum ada
-Vaksin untuk pencegahan belum ada
-Satu-satunya cara untuk memberantas penyakit ini adalah dengan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
-Dengan Kegiatan 3M Plus yang meliputi :
a.Menutup rapat TPA
b.Menguras TPA seminggu sekali secara teratur
c.Mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan
d.Ganti air vas bunga
e.Perbaiki saluran dan talang
f.Tutup lubang pot bambu / pohon
g.Larvasida
h.Pelihara ikan pemangsa jentik misalnya Ikan cupang
i.Kawat kassa
j.Hindari gantung pakaian
k.Ventilasi cukup
l.Obat nyamuk bakar / semprot
m.Kelambu
n.Repellent
o.dll
Sumber : Makalah Seminar Tata Laksana Mutakhir Infeksi Virus Dengue pada Anak dan Dewasa, IDI Cabang Situbondo, 30 Oktober 2010

Sabtu, Januari 30, 2010

DIET SEHAT TANPA OBAT ALA DR. THARY

Ibu – ibu dan para Remaja Putri pasti resah apabila melihat timbangan. Bagaimana tidak ? Tiap kali melihat timbangan dan ada kenaikan berat badan 1 -2 kg saja pasti timbul rasa cemas akan bentuk tubuh yang kurang ideal. Memang masalah berat badan dan bentuk tubuh yang ideal ini kerap membuat kita kurang percaya diri dan kadang-kadang timbul rasa tidak puas karena sulitnya mencapai berat badan yang ideal seperti yang sering dicitrakan di media-media seperti televisi dan di majalah-majalah.

Sebenarnya urusan berat badan ini cukup simple apabila tahu tips n trik untuk menyiasatinya. Untuk memperoleh berat badan ideal cukup digunakan rumus :
BB ideal = (TB – 100) – (10% hasilnya ).
Contoh : TB 155 cm maka BB idealnya adalah : (155 – 100) – 5,5
= 55 – 5,5 = 49,5 kg.

Metode kedua adalah menggunakan metode BMI (Body Mass Index) di mana rumusnya adalah : BMI = (BB : TB)2

Klasifikasi BMI Menurut WHO (1998)
Kategori BMI (kg/m2)
Underweight < 18.5 kg/m2
Batas Normal 18.5 - 24.9 kg/m2
Overweight: > 25
Pre-obese 25.0 – 29.9 kg/m2
Obese I 30.0 - 34.9kg/m2
Obese II 35.0 - 39.9 kg/m2
Obese III > 40.0 kg/m2

Contoh : TB = 155 cm. BB = 50 kg
BMI = (50 : 155)2
= 10,89 jadi termasuk kategori underweight

Jadi dengan menggunakan kedua metode tadi dapat diketahui BB ideal kita. Setelah tahu BB ideal kita lalu apa yang kita lakukan ? Hal selanjutnya adalah dengan SEGERALAH berdiet tanpa perlu menunggu lebih lama lagi. Menurut definisi diet adalah melkukan pengaturan pola makan. Diet bukan berarti tidak makan sama sekali tapi makan dengan waktu dan porsi yang diatur sesuai dengan kebutuhan kalori.

Tips diet sehat dan tanpa obat ala dr. Tari. Kebanyakan orang merasa tidak mampu berdiet sebelum mereka benar-benar melaksanakan diet itu sendiri. Belum-belum sudah merasa gagal duluan. Padahal sekali kita merasa gagal maka itu adalah kegagalan yang sebenarnya.

Tips diet sehat dan tanpa obat yang saya maksud ini adalah sebuah kegiatan rutin yang bila dijalankan secara konsisten setiap hari maka akn dapat menurunkan berat badan secara bertahap. Target penurunan berat badannya adalah turun 2 kg tiap bulannya. Dapat dibayangkan apabila hendak menurunkan BB 10 kg cukup melakukan diet gaya ini secara rutin dan konsisten selama 5 bulan. Simple bukan ?

Diet ala saya ini sama sekali tida menggunakan bantuan obat apapun. Kebanyakan orang tidk sabar ingin segera menurunkan BB secara cepat atau instan dengan cara meminum obat-obatan tertentu untuk membantu program dietnya. Hal tersebut sebenarnya kurang tepat karena akan berakibat terganggunya keseimabangan metabolisme tubuh kita. Akibatnya tubuh bisa lemes bahkan dehidrasi berat yang mengakibatkan kematian. Yang lebih tepat adalah apabila penurunan berat badan tadi secara bertahap maka tiak akan mengakibatkan gangguan keseimbangan metabolism dalam tubuh.

Adapun langkah-langkah dalam diet sehat tanpa obat ala dr. Thary ini adalah :
1.Makan 2 x sehari saja
2.Porsi cukup ½ saja atau hitungan kalorinya cuku 800 kalori tiap kali makan
3.Tidak ngemil selama menjalankan program ini. Toleransi diperbolehkan tapi hanya sedikit saja (jangan terlalu banyak)
4.Perbanyak sayur dan buah-buahan
5.Minum air putih saja (mengurangi minuman yang manis-manis). Boleh minum teh manis atau sirup tapi secukupnya saja. Lebih baik minum air putih yang banyak sesuai rekomendasi dokter yaitu 8 gelas minimal dalam sehari.

Tidak kalah penting dalam diet ini adalah motivasi. Motivasi ini penting untuk menjaga konsistensi dari diet ini. Untuk menurunkan BB sebenarnya tidak sulit. Cukup dengan mengurangi porsi dan frekuensi makan maka BB akan turun dengan sendirinya. Namun apabila menginginkan kesinambungan dari sebuah program diet maka motivasi ini menjadi teramat penting. Turun BB 10 kg dalam 1 bulan namun 2 bulan kemudian naik 15 kg menunjukkan ketidakkonsistenan program diet. Untuk memotivasi program diet ini bisa dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Misalnya dari orang-orang terdekat, terutama orang-orang yang tercinta. Contoh motivasi misalnya dari diri sendiri, misalnya “Aku ingin memakai baju-baju yang modelnya sexy. Satu-satunya cara adalah dengan menuurunkan BBku, baru aku bisa memakai baju-baju semacam itu.” Atau “Aku ingin membahagiakan dan membanggakan suami karena dengan BBku yang turun 10 kg maka kau kelihatan langsing, sexy, awet muda dan tidak nduuuuuut lagi.” Atau "Aku ingin lebih sehat karena dengan diet kadar kolesterol dan asam urat dalam darahku bisa turun" Jadi sebenarnya diet dapat membuat badan lebih sehat.

Demikian diet sehat tanpa obat ala saya yang bisa dicoba. Saran saya cobalah 2 bulan dulu. Bila memang mampu maka teruskanlah program ini hingga didapatkan berat badan yang diinginkan. Bila sudah berhasil maka tips ini bisa dibagikan kepada orang lain dengan masalah penurunan BB yang lainnya. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Sabtu, Januari 09, 2010

Puisi tentang Rumah Sakit

RSI FATIMAH

Di suatu tempat di ujung timur benua ini
Berdiri megah sebuah bangunan
Di mana orang-orang berdatangan
tuk mendapatkan kesembuhan dari deritanya

Di sana kudapatkan
Sebuah tempat yang sejuk sejauh mata memandang
Pohon-pohon, rumput yang hijau, bunga-bunga yang mekar berseri
Para malaikat dan bidadari selalu tersenyum menyambut setiap yang datang
Dengan senyum dan perhatiannya yang tulus

Tak ada orang bersedih di sini
Tak ada orang berkeluh kesah di sini
Semua yang pernah datang ke tempat itu berkata
Ku kan datang lagi kesana
Karena aku bahagia menerima kasih sayang
Dan cinta tulus dari semuanya

Sambil makan rujak soto, 7 Januari 2009
(Special tuk RSI Fatimah di Ultahnya ke-20)


AKREDITASI

Baru sekali kudengar nama ini
Sebuah rasa ingin tahu menyeruak dari lamunanku
Apa gerangan arti kata ini ?

Kulihat orang-orang sibuk hilir mudik tak tentu arahnya
Kadang ke depan, terkadang ke belakang
Kadang naik kadang turun membawa setumpuk kertas entah apa isinya
Semua orang sibuk dengan urusan masing-masing
Ku tak tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan

Ya Tuhan aku hanya berharap
Sebuah perubahan positif demi masa depan kami
Demi masa depan RS ini
Dan keluarga kami yang menunggu di rumah

Poliklinik RSI Fatimah, 7 Januari 2010 jam 12.00
(Dalam rangka menyongsong ujian KARS pd bulan Februari 2010)

Puisi tentang Dokter dan Suster

MY LOVELY ANGEL

Malaikat berbaju putih melangkah tenang
Menuju suatu tempat yang damai
Di sana menunggu orang yang butuh pertolongannya

Di saat orang di puncak kesakitannya
Kau temani dia mengingat pada siapa dia bermohon kesembuhan
Di saat orang sedang menjemput maut
Kau temani dia mengingat pada siapa dia kan kembali

Kedatanganmu dinantikan banyak orang
Senyum tulusmu membuat orang bahagia
Orang sakit sembuh dari deritanya
Orang sedih hilang kesedihannya

My lovely angel
Di manapun kau kini berada
Kehadiranmu kan selalu didamba

Banyuwangi, 6 Januari 2010
(Untuk para dokter yang selalu mengabdikan waktu dan ilmunya untuk para pasiennya)


FLORENCE NIGHTINGALE

Seorang wanita berseragam putih melangkah bergegas
Di tangannya menggenggam pelita yang menyala terang
Menuju suatu tempat yang jauh
Di sana menunggu orang yang sedang kesakitan
Sigap dia bertindak
Diberikannya si sakit obat-obatan penghilang sakitnya
Sekejap kemudian si sakit tlah sembuh dari deritanya

Nightingale
Betapa berat tugas yang kau emban
Siang malam kau bekerja
Meninggalkan keluarga
Demi kesembuhan orang-orang sakit
Yang membutuhkan pertolongannya
Kau jaga mereka
dengan setulus hati dan penuh kasih sayang
Kehadiranmu amat dinanti
Karena kau selalu bekerja sepenuh hati

Wahai Yang Maha Rahman dan Rahiim
Berikan kekuatan untuknya
Agar senantiasa bekerja dengan tulus dan ikhlas
Membantu orang – orang yang lemah
(Tuk para perawat yang selalu bekerja keras menjaga pasien siang dan malam)

Rabu, Desember 23, 2009

Penyakit Anjing Gila (Rabies)


Penyakit anjing gila (rabies) adalah suatu penyakit menular yang akut, menyerang susunan syaraf pusat, disebabkan oleh virus rabies jenis Rhabdho virus yang dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Penyakit ini sangat ditakuti dan mengganggu ketentraman hidup manusia, karena apabila sekali gejala klinis penyakit rabies timbul maka biasanya diakhiri dengan kematian.

CARA PENULARAN
Virus Rabies selain terdapat di susunan syaraf pusat, juga terdapat di air liur hewan penderita rabies. Oleh sebab itu penularan penyakit rabies pada manusia atau hewan lain melalui gigitan. Gejala-gejala rabies pada hewan timbul kurang lebih 2 minggu (10 hari - 8 minggu). Sedangkan pada manusia 2-3 minggu sampai 1 tahun. Masa tunas ini dapat lebih cepat atau lebih lama tergantung pada
•Dalam dan parahnya luka bekas gigitan
•Lokasi luka gigitan
•Banyaknya syaraf disekitar luka gigitan.
•Pathogenitas dan jumlah virus yang masuk melalui gigitan.
•Jumla luka gigitan.

Di Indonesia hewan-hewan yang biasa menyebarkan penyakit rabies adalah :
•Anjing
•Kucing
•Kera

TANDA-TANDA PENYAKIT RABIES PADA HEWAN

Gejala penyakit dikenal dalam 3 bentuk :

1.Bentuk ganas (Furious rabies)
Masa eksitasi panjang, kebanyakan akan mati dalam 2-5 hari setelah tanda-tanda terlihat.
Tanda-tanda yang sering terlihat :
- Hewan menjadi penakut atau menjadi galak.
- Senang bersembunyi di tempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri tetapi dapat menjadi agresif .
- Tidak menurut perintah majikannya.
- Nafsu makan hilang.
- Air liur meleleh tak terkendali.
- Hewan akan menyerang benda yang ada disekitarnya dan memakan barang, benda-benda asing seperti batu, kayu dsb.
- Menyerang dan menggigit barang bergerak apa saja yang dijumpai.
- Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan.
- Ekor diantara 2 (dua) paha.

2.Bentuk diam (Dumb Rabies)
Masa eksitasi pendek, paralisa cepat terjadi.
Tanda- tanda yang sering terlihat :
- Bersembunyi di temapat yang gelap dan sejuk
- Kejang-kejang berlangsung sangat singkat, bahakan sering tidak terlihat.
- Lumpuh, tidak dapat menelan, mulut terbuka.
- Air liur keluar terus menerus (berlebihan).
- Mati.

3.Bentuk Asystomatis.
Hewan tidak menunjukkan gejala sakit.
Hewan tiba-tiba mati

TANDA-TANDA PENYAKIT ANJING GILA PADA KUCING

Gejala atau tanda-tanda yang terlihat hampir sama pada anjing, seperti :
- Menyembunyikan diri.
- Banyak mengeong.
- Mencakar-cakar lantai.
- Menjadi agresif.
- 2 - 4 hari setelah gejala pertama biasa terjadi kelumpuhan, terutama di bagian belakang.


TANDA-TANDA PENYAKIT ANJING GILA PADA MANUSIA


•Pada manusia yang penting diperhatikan adalah riwayat gigitan dari hewan seperti anjing, kucing dan kera.
•Dilanjutkan dengan gejala-gejala nafsu makan hilang, sakit kepala, tidak bisa tidur, demam tinggi, mual atau muntah-muntah.
•Adanya rasa panas (nyeri) pada tempat gigitan dan menjadi gugup.
•Takut dengan air, suara keras, cahaya dan angin.
•Air liur dan air mata keluar berlebihan.
•Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan.
Biasanya penderita akan meninggal 4-6 hari setelah gejala klinis atau tanda-tanda penyakit pertama timbul.

LANGKAH YANG PERLU DIKERJAKAN APABILA DIGIGIT ANJING

Apabila seseorang digigit hewan yang tersangka rabies, maka tindakan yang harus diambil adalah :
1.Mencuci luka gigitan dengan sabun ata dengan deterjen selama 5-10 menit dibawah air mengalir/diguyur. Kemudian luka diberi alkohol 70% atau Yodium tincture. Setelah itu pergi secepatnya ke Puskesmas atau Dokter yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan sementara sambil menunggu hasil dari rumah observasi hewan.
2.Laporkan kepada petugas Dinas Peternakan setempat tentang kasus penggigitan tersebut.
3.Hewan yang menggigit dikirim ke rumah observasi hewan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta untuk diobservasi dan diperiksa kesehatannya selama 10 - 14 hari. Rumah Observasi Hewan ada di Jl. Harsono RM No. 28 Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Telepon : 7805447.
4.Bila hewan yang menggigit tidak diketahui atau tidak dapat ditemukan, maka orang yang tergigigit harus dibawa ke rumah sakit khusus infeksi Dr. Saroso Jl. Baru, Sunter Agung, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Telepon : 6401413 atau ke Rumah Sakit Karantina Jl. Kyai Caringin No. 7 Tanah Abang, Jakarta Pusat, Telepon : 342934.

YANG PERLU KITA KERJAKAN AGAR HEWAN KESAYANGAN KITA (anjing, kucing, kera) TIDAK TERJANGKIT PENYAKIT ANJING GILA

1.Memelihara hewan piaraan dengan baik.
2.Membawa hewan ke Suku Dinas Peternakan dan Perikanan setempat atau dokter hewan praktek, untuk mendapatkan vaksinasi anti rabies secara teratur 1-2 kali setahun tergantung jenis vaksin yang digunakan.
3.Setelah hewan tersebut divaksin, mintalah surat keterangan vaksinasi.
4.Melaporkan kepemilikannya kepada Suku Dinas Peternakan dan Perikanan/ Petugas Peternakan Kecamatan.
5.Anjing, kucing, kera peliharaan sebaiknya jangan dilepas keluar pekarangan.
6.Bilamana akan membawa hewan piaraan keluar pekarangan rumah, harus diikat dengan rantai sepanjang-panjangnya 2 m serta dipasang berangus.

USAHA SUKU DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN JAKARTA PUSAT DALAM MELAKSANAKAN PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT ANJING GILA

1.Melaksanakan vaksinasi/pengebalan anti penyakit rabies terhadap anjing, kucing, kera secara rutin 1-2 kali setahun tergantung vaksin yang digunakan.
2.Melaksanakan penertiban/penangkapan anjing, kucing, kera yang berkeliaran di jalan-jalan, di tempat-temapat umum dan dianggap membahayakan manusia.
3.Melaksanakan pengamanan terhadap setiap kasus penggigitan oleh anjing, kucing, kera dan hewan yang dicurigai menderita penyakit rabies yang dilaporkan dengan jalan mengobservasi hewan tersebut.
4.Melaksanakan penyuluhan berkesinambungan kepada masyarakat tentang penyakit rabies.

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TENTANG RABIES

Sejak tahun 1926 pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang rabies pada anjing, kucing, dan kera. Yaitu Hondsdol heid Ordonantie Staatblad No. 452 tahun 1926 dan pelaksanaannya termuat dalam Staatblad No. 452 tahun 1926.
Selanjutnya Ordonantie tersebut tersebut mengalami perubahan/penambahan-penambahan yang disesuaikan dengan perkembangan yang ada. Di DKI Jakarta terdapat SK Gubernur No. 3213 tahun 1984 tentang Tatacara Penertiban Hewan Piaraan Anjing, Kucing dan Kera di wilayah DKI Jakarta yang antara lain berisi :
1.Kewajiban pemilik hewan piaraan untuk memvaksin hewannya dan menggantungkan peneng tanda lunas pajak.
2.Menangkap dan menyerahkan hewannya apabila mengigit orang untuk diobservasi.
3.Hewan yang dibiarkan lepas dan dianggap liar atau tersangka menderita rabies akan ditangkap oleh petugas penertiban.
Berhasil tidaknya usaha pengendalian penyakit rabies sangat erat hubungannya dengan kesadaran, pengetahuan dan partisipasi masyarakat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Suku Dinas Peternakan dan Perikanan
Kotamadya Jakarta Pusat
Jl. Tanah Abang I No. 1 Telp. 3519086

Sumber : Website Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Kotamadya Jakarta Pusat

Selasa, Desember 22, 2009

Penyakit Maag


I.Pengertian Gastritis
Gastritis di masyarakat awam sering dikenal dengan penyakit maag adalah peradangan dari mukosa lambung. Gambaran klinis yg ditemukan berupa dyspepsia (rasa tdk enak / sakit perut bagian atas yg menetap atau sering mengalami kekambuhan). Gejala dyspepsia ini berupa : nyeri epigastrium, mual, kembung dan muntah. Berdasarkan pemeriksaan endoskopi ditemukan eritema mukosa, sedangkan hasil foto memperlihatkan iregularitas mukosa.

II.Patofisiologi
Terdapat gangguan keseimbangan faktor agresif dan faktor defensive yang berperan dalam menimbulkan lesi pada mukosa. Faktor-faktor agresif antara lain : asam lambung, pepsin, AINS, empedu, infeksi virus, infeksi bakteri dan bahan korosif. Faktor defensive antara lain mucus, bikarbonas mukosa dan prostaglandin mikrosirkulasi.

III.Pembagian Gastritis
Gastritis terbgi dua yaitu :
1.Gastritis Akut
Yang dimaksud dengan gastritis akut yaitu kelainan klinis akut yang jelas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas. Biasanya ditemukan sel inflamasi akut dan netrofil.
2.Gastritis Kronis
Penyebabnya tidak jelas, sering bersifat mulifaktori dengan perjalanan klinis yang bervariasi. Kelainan ini berkaitan erat dengan infeksi Helicobacter pylory.

IV.Diagnosa Gastritis
1.Untuk gastritis akut diagnosa ditegakkan dengan gambaran klinis, gambaran lesi mukosa akut dan gambaran radiologi.
2.Untuk gastritis kronis diagnosa ditegakkan berdasarkan pemeriksaan endoskopi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi biopsy mukosa lambung. Perlu juga dilakukan kultur untuk membuktikan adanya infeksi H. pylori apalagi jika dtemukan ulkus baik pada lambung ataupun pada duodenum karena angka kejadian yang cukup tinggi.

V.Komplikasi
1.Untuk gastritis akut komplikasi yang dapat timbul berupa perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berupa hematemesis dan melena, dapat berakhir sebagai syok hemoragik.
2.Untuk gastritis kronis komplikasi yang dapat timbul berupa perdarahan SCBA, ulkus, perforasi dan anemia karena gangguan absorbs vitamin B12.

VI.Penatalaksanaan
1.Untuk gastritis akut penatalaksanaannya adalah dengan menghilangkan etiologinya. Diet lambung dengan porsi kecil dan sering. Obat-obat ditujukan untuk mengatur sekresi asam lambung dari golongan antaid, PPI, antikolinergik, antagonis reseptor H2, juga ditujukan untuk sitoprotektor berupa sukralfat dan prostaglandin.

2.Untuk gastritis kronis di pelayanan kesehatan yang tidak memiliki fasilitas endoskopi, penatalaksanaan diberikan seperti pada pasien dengan sindrom dyspepsia. Pertama-tama yang dilakukan adalah mengatasi dan menghindari penyebab pada gastritis akut kemudian diberikan pengobatan empiris. Jika endoskopi dapat dilakukan, dilakukan terapi eradikasi kecual jika hasil CLO, kultur dan PA ketiganya negative atau hasil serologi negative. Regimen untuk terapi eradikasi meliputi obat-obatan PPI, Amoksisilin, Klaitromisin, Metrondazol, Tetrasiklin dan Bismuth yang terbagi dalam regimen terapi triple, kuadripel dan dual.

Sumber : Buku Kapita Selekta Kedokteran