Rabu, Januari 28, 2015

PENYAKIT DIARE

PENGERTIAN DIARE
       Diare adalah penyakit yang ditandai dg bertambahnya frekuensi berak biasanya lebih dari 3x perhari
       Disertai adanya perubahan bentuk tinja menjadi cair dg atau tanpa darah dan atau lendir

GEJALA DIARE
       Suhu tubuh meningkat, bayi/anak menjadi cengeng dan gelisah
       Nafsu makan berkurang
       Timbul berak-berak cair lebih dari 3 kali perhari
       Tinja makin cair mungkin mengandung darah atau lendir
       Muntah dpt terjadi sebelum atau sesudah diare, dapat juga tanpa disertai muntah

CARA PENULARAN DIARE
-          Menular dari tinja dg perantaraan lalat. Ditularkan lwt lalatnyg hinggap di kotoran
      penderita diare lalu terbang ke makanan maka    kita  yg sehat bisa tertular diare
-          Menular dari tinja dengan perantaraan air
    Air yg dikotori oleh kotoran penderita diare  digunakan untuk keperluan sehari-hari
    (memasak, minum tanpa dimasak hingga mendidih, membasuh sayuran, mandi/menggosok gigi)
    maka kita yg sehat bisa tertular diare.

BAHAYA DIARE
       Bahaya diare  adalah kekurangan cairan / lemas (DEHIDRASI) --> kehabisan cairan --> 
      MENINGGAL
       BAB yg sering à penderita menjadi lemas seperti tanaman yg tidak diberi air
     Bila cairan tubuh sudah habis akibat terlalu sering berak --> MENINGGAL DUNIA


TANDA KEKURANGAN CAIRAN  (DEHIDRASI) PD PASIEN DIARE
       Muka cowong
       Rasa haus, ingin minum terus
       Air mata berkurang
       Pada bayi ubun-ubun teraba cekung
       Turgor dan elastisitas kulit menurun

CARA  MENGATASI DIARE
1. Segera beri banyak minum 
    Bila ada yg menderita diare di  sekitar anda segera berikan cairan oralit, cairan gula
    garam, air tajin, air kelapa, sari buah, kuah sayur dan cairan lainnya yg dapat
    menggantikan cairan tubuh yg terbuang  akibat penyakit diare.
2. Teruskan pemberian makanan
    - Selama diare : teruskan dan tingkatkan  pemberian ASI pd bayi yg masih meyusu.
     Anak di atas 6 bulan, berikan makanan  tambahan seperti bubur dan sayuran, sari 
     buah segar dan  beri makan lebih dari 6 kali/hari.   
    -Setelah diare : beri makanan lebih sering dari   biasanya selama 3 mgg.
     Jangan beri makanan yg merangsang seperti makanan pedas terlalu asin atau asam.
     Jangan beri makanan yg sdh rusak/basi.


3. Mencari Pengobatan Lanjutan
    Bila berak – berak tidak berhenti apalagi diikuti muntah dan disertai tanda kekurangan
    cairan --> SEGERA  bawa ke unit Pelayanan  Kesehatan terdekat.

 

PEMBERIAN ORALIT
       Berikan oralit setiap kali berak:
               Umur < 1 thn : ¼ - ½ gelas
               Umur 1-4 thn : ½ - 1 gelas
                Umur di atas 5 tahun : 1 – 1,5 gelas
       Bila tdk tersedia oralit à buat Larutan Gula Garam (LGG) dg cara : sediakan 1 gelas air matang, beri 1 sendok makan munjung gula pasir dan ¼ sdt garam setelah itu diaduk hingga larut.

CARA PENCEGAHAN DIARE
1.       PENINGKATAN KESEHATAN PERORANGAN DAN LINGKUNGAN:
       Gunakan air yg sudah dimasak untuk minum.
       Gunakan air bersih untuk keperluan mencuci peralatan makan.
       Cuci tangan dg sabun dan air bersih sebelum makan.
       Jangan makan / minum di warung yang kebersihannya tidak terjaga (kotor dan banyak lalat).
       BAB tidak disembarang tempat.

2.       PENINGKATAN DAYA TAHAN TUBUH MELALUI:
       Pemberian ASI
       Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI)
       Imunisasi campak

SEMBOYAN GERAKAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT
       INDONESIA SEHAT DIMULAI DARI DIRI SENDIRI
       SEJAK USIA DINI
       DIMULAI DARI HAL-HAL KECIL
       SEKARANG JUGA !

SAMPAH DITINJAU DARI SEGI KESEHATAN


APA ITU SAMPAH
Sampah adalah semua zat (benda) yg sudah tidak terpakai lagi baik berasal dari rumah-rumah maupun proses industri.

  JENIS SAMPAH
A). GARBAGE = SAMPAH ORGANIK
       Adalah sisa-sisa pengolahan ataupun sisa  makanan yg mudah membusuk misalnya   sisa 
      sayuran, sisa makanan, daun-daun kering
B). RUBBISH = SAMPAH ANORGANIK
          Adalah bahan-bahan sisa pengolahan yg  tidak membusuk  misalnya kertas, kaleng, kaca,
          plastik berbagai jenis, kawat dsb.

BAHAYA SAMPAH BAGI KESEHATAN
       Dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyakit menular maka pemberantasan binatang penyebar penyakit merupakan salah satu cara memutus mata rantai penularan.
       Usaha pembasmiannya erat hubungannya dengan perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran, air limbah dan perbaikan perumahan.

PENYAKIT DAN AGEN PENYEBABNYA
       Penyakit Demam Berdarah disebabkan oleh virus dengue, disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
       Penyakit perut menular seperti Thypus, Disentri, Kolera, Hepatitis Infeksiosa, Poliomyelitis anterior akuta dan penyakit-penyakit cacing dapat ditularkan oleh lalat yg memindahkan bibit penyakitnya lewat feses penderita.

Bbrp penyakit yg dapat disebabkan tikus dan kutunya antara lain:
       Penyakit pes (sampar) disebabkan oleh kuman Pasteurella pestis, ditularkan oleh kutu tikus dan binatang reservoirnya tikus.
       Penyakit leptospirosis disebabkan bakteri Leptospira icterohemolitika
       Penyakit murine thypus disebabkan oleh Rickettsia mooseri.

PEMBERANTASAN LALAT, NYAMUK DAN TIKUS
       Banyak penyakit yg ditularkan lewat perantaraan lalat, nyamuk  dan tikus karena itu penting sekali untuk memutus mata rantai penyakit dg memberantas perkembangbiakan lalat, nyamuk dan tikus.

PEMBERANTASAN LALAT
       Lalat (Musa domestica) bertelur dan mencari makan pada zat-zat organik yang membusuk misalnya pada garbage (sampah organik) dan feses. Karena itu lalat banyak terdapat di tempat-tempat dimana banyak sampah dan pembuangan kotoran tidak teratur.
       Lalat berkembang biak dg jalan bertelur, jumlah telurnya +/- 2000 butir. Dalam siklus hidupnya lalat mulai dari telur à larva à pupa (kepompong) à imago (dewasa) butuh waktu +/- 14 hari. Umur lalat dewasa +/- 30 – 60 hari.
       Lalat akan hilang dlm waktu 2 bulan tnp menggunakan insektisida  dg jalan memperbaiki cara pembuangan sampah, kotoran dan perbaikan hygiene lingkungan pd umumnya.

PEMBERANTASAN NYAMUK
Cara memberantas nyamuk:
        Meniadakan  tempat-tempat bertelur nyamuk yaitu dg meniadakan air tergenang baik pada tanah-tanah yg rendah, kaleng-kaleng kosong yg berisi air hujan dll.
        Membunuh larva nyamuk dg larvasida atau memelihara ikan pemakan jentik.
        Membunuh nyamuk  dewasa dg menggunakan insektisida misalnya DDT, Pyretrum dll.

PEMBERANTASAN TIKUS
Pemberantasan tikus dijalankan dengan:
 a). Memperbaiki konstruksi rumah sehingga tidak ditempati tikus.
 b). Meniadakan sumber makanan bagi tikus.
       Rumah yg kotor, banyak sisa makanan  berceceran, banyak sampah terutama  sampah basah
       (garbage) akan lbh disenangi  tikus drpd rumah yg bersih.
c). Peracunan dg strychnin, warfarin. Stlh itu perlu penyemprotan insektisida utk    membunuh
    kutu2nya.  
d). Dengan perangkap tikus.
e). Fumigasi dg gas : HCN, SO2, CS2 atau CO.
f).  Secara alami misalnya oleh kucing (predator alaminya).

       INDONESIA SEHAT DIMULAI DARI DIRI SENDIRI
       SEJAK USIA DINI
       DIMULAI DARI HAL-HAL KECIL
       SEKARANG JUGA !




Jumat, November 22, 2013

PEMBUANGAN SAMPAH (REFUSE DISPOSAL)

 Berikut akan kita sharingkan proses pembuangan sampah dg harapan agar Sahabat Sehat mengerti bagaimana prosesnya kemudian menyadari dan mau membantu pemerintah utk dapat mengelola sampah pribadinya dg baik. Bila sampah dikelola dg baik, bukan hanya lingkungan kita bersih dan nyaman juga kesehatan lingkungan secara otomatis akan kita dapatkan.

Yang dimaksud dg sampah adlah semua zat / benda yg sdh tdk terpakai lagi baik berasal dari rumah maupun sisa-sisa proses industri.
Sampah ini dibagi dalam :
a). Garbage adalah sisa-sisa pengolahan ataupun sisa makanan yg mudah membusuk atau nama lainnya sampah basah (sampah organik).
b). Rubbish adalah bahan-bahan sisa pengolahan yg tidak membusuk atau nama lainnya sampah kering (sampah kering).
Agar sampah ini tdk membahayakan manusia maka perlu pengaturan pembuangannya.

Dari sampah ini harus diperhatIkan :
(1). Penyimpanannya (storage)
Untuk tempat sampah di tiap-tiap rumah isinya cukup 1 meter kubik. Tempat sampah jangan ditempatkan di dalam rumah atau pojok dapur karena dapat menjadi gudang makanan bagi tikus-tikus shg rumah banyak tikusnya.
Tempat sampah sebaiknya :
-Terbuat dari bahan yg mudah dibersihkan dan tidak mudah rusak
- Harus ditutup rapat sehingga tidak menarik serangga atau binatang lainnya
- Ditempatkan di luar rumah. Bila pengumpulannya dilakukan oleh pemerintah, tempatkanlah tempat sampah sedemikian rupa sehingga petugas kebersihan mudah mencapainya. .

(2). Pengumpulannya (collection)
Pengumpulan sampah dapat dilakukan ::
(a) Perorangan
Tiap-tiap keluarga mengumpulkan sampah dari rumahnya masing-masing utk dibuang pada tempat tertentu.
(b). Pemerintah
Pengumpulan sampah di kota-kota dilakukan pemerintah dg menggunakan truk sampah atau gerobak sampah kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara dan Tempat Pembuangan Akhir. Cara ini sangat tidak efektif karena setiap hari jumlah sampah yg dihasilkan makin meningkat sementara proses pembusukan oleh mikroorganisme lambat shg sering terjadi tumpukan sampah di TPA makin menggunung bila tdk dilakukan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) atau Pengurangan Sampah, Pemanfaatan lagi yg masih bisa digunakan dan Recycle (Daur Ulang Sampah).
(c). Swasta
Swasta hanya mengambil sampah-sampah tertentu sebagai bahan baku perusahaannya misalnya utk pembuatan kertas, karton, plastik. Contohnya tukang rosokan hanya membeli sampah yg berupa kertas, botol minuman, kaleng dll yg masih bisa dijadikan bahan baku utk usaha.

(3). Pembuangan (disposal)
Pembuangan sampah dapat dilakukan dg cara :

(a). Landfill
Sampah dibuang pd tanah yg rendah, cara ini hanya baik utk sampah jenis kering. Bila sampah kering bercampur dg sampah basah maka pembuiangan ini akan menjadi tempat perkembangbiakan serangga dan tikus, juga menimbulkan bau-bauan tdk sedap.

(b). Sanitry landfill
Sampah dibuang pd tanah yg rendah kmd ditutup lagi dg tanah plg sedikit 60 cm agar tdk dikorek oleh anjing, tikus dan binatang lainnya.

(c). Individual incineration
Sampah dari rumah dikumpulkan sendiri kmd dibakar sendiri. Pembakaran sampah ini harus dilakukan dg baik sebab bila tidak maka asapnya akan mengotori udara dan bila tdk sempurna sisanya akan berceceran kemana-mana.

(d). Dg incenerator khusus
Biasanya cara ini dikerjakan oleh pemerintah namun biayanya mahal. Cara ini biasanya untuk menangani sampah2 medis yg dikumpulkan dari Rumah Sakit di wilayah Banyuwangi agar sisa2 dari kegiatan di RS tidak mengotori lingkungan sekitar. Biasanya sampah RS berupa sisa botol infus, bekas injeksi dll tidak layak didaur ulang dan harus segera dimusnahkan di incinerator khusus krn bersifat infeksius (menularkan penyakit).

(e). Composting (dibuat pupuk)
Dari sampah yg terbuang dapat dibuat pupuk sebagai penyubur tanah pertanian. Cara ini banyak dilakukan di negara-negara maju. Caranya dilakukan pemisahan sampah dulu antara sampah basah dan kering. Setelah itu digiling (dicacah) mjd halus agar proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pembusuk dapat berlangsung dg baik. Kemudian sampah diletakkan pada suatu tempat dimana proses pembusukan terjadi. Kadang-kadang ditambahkan strain mikroorganisme yg dapat mempercepat proses pembusukannya. Lama proses pembusukannya antara 2 hari sampai 6 minggu. Untuk dijual ke pasaran kompos kmd dikeringkan, digiling kembali dan dibungkus.

(f). Hogfeeding (nakanan ternak)
Yg dapat digunakan biasanya jenis sampah basah seperti sayuran, ampas tapioka, ampas tahu dsb. Diberikan kepada ternak sebagai makanannya.

(g). Recycling
Dg cara ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah sampah, maka bagian-bagian sampah yg masih bisa dipakai/digunakan diambil lagi misalnya kertas-kertas, plastik pembungkus, kaleng-kaleng dsb. Dari benda2 ini dapat dihasilkan benda2 baru yg berguna misalnya dari kantong kresek dapat dibuat bunga, dari kertas-kertas dapat dibuat kertas daur ulang, dari plastik pembungkus detergent, kopi, bungkus makanan tertentu dapat dibuat celemek, topi, taplak meja dsb.
Untuk memudahkan mendaur ulang sampah (recycling) hendaknya sampah sdh dipisahkan menjadi sampah basah dan kering dulu. Tujuannya agar sampah tidak tercampur antara sampah basah dari sisa makanan dg sampah kering yg akan digunakan utk proses daur ulang. Untuk wilayah Banyuwangi hasil daur ulang dapat ditampung di Bank Sampah Banyuwangi (BSB) kmd BSB membantu memasarkannya melalui Gerai BSB yg buka setiap sore di Taman Sri Tanjung Banyuwangi. Hal ini sesuai dg program Bank Sampah Banyuwangi.
Mdh2an daerah2 lain dapat mengikuti agar kebersihan dan kesehatan lingkungan dapat berjalan seiring dan tercapai perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Disarikan dari Buku Ilmu Kesehatan Masyarakat pengarang dr. Indan Entjang, Penerbit PT Citra Aditya Bakti, Bandung, 2000

DOKTER KECIL


Kemitraan Dokter dg pihak sekolah dapat meningkatkan kualitas Program Dokter Kecil. Menurut Ketua Umum IDI Dr. Zainal Abidin dengan adanya kerja sama ini maka sekolah - sekolah dapat menggalakkan Program Dokter Kecil sebagai agen perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan anak-anak.

Melalui Dokter kecil dapat ditanamkan pengetahuan hidup bersih dan sehat. Diharapkan para dokter kecil ini mampu mensosialisasikan hal tsb kepada teman dan juga keluarganya. Anak - anak adalah agen pembawa perubahan yg baik dlm menyampaikan pesan2 kesehatan.

Untuk menindaklanjuti kemitraan antara Dokter dg Sekolah, IDI sdh membuat buku pedoman dg bahasa sederhana dan mudah dimengerti kepada para Dokter Kecil. Selain buku pedoman IDI juga membuat buku penilaian sebagai bahan evaluasi terhadap para Dokter Kecil.

Selain diajarkan mengenai pengetahuan di bidang kesehatan dan gizi, para Dokter Kecil juga diajarkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi agar bisa mengkomunikasikan apa yg diketahuinya kepada teman-teman dan lingkungan sekitarnya. Parameternya adalah sejauh mana mereka bisa menularkan kebiasaan hidup sehat dan bersih terhadap teman-teman dan sekolahnya.

Sumber : Metrotvnews.com, Sabtu 5 Oktober 2013.

INDONESIA HARUS HASILKAN "DOKTER BINTANG LIMA"




Ketua bidang organisasi IDI Moh. Adib Khumaidi mengatakan Indonesia mesti menghasilkan sebanyak-banyaknya "Dokter Bintang Lima" sebagaimana konsep Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Dokter dalam kiprahnya seyogianya menerapkan peran pemimpin-intelektual-profesion
al. WHO baru tahun 1994 mengidentifikasikan kiprah ini dan menyebutnya sebagai 'The Five Star Doctors'," kata Moh. Adib Khumaidi dalam keterangan tertulis yg diterima di Jakarta, Kamis.

Adib menjelaskan, konsep Dokter Bintang Lima berarti dokter dapat berfungsi sebagai pemimpin komunitas, komunikator, pengelola, pembuat keputusan dan penyedia jasa layanan kesehatan.
Menurut dia, selama ini peran dokter lebih terlihat pada upaya penyehatan fisik karena proses reduksi peran yg tdk disadari dan telah berlangsung sekian lama.

"Para dokter telah terjebak pada rutinitas profesionalisme yg sempit. Banyak dokter yg akhirnya lebih peduli bahwa ilmu kedokteran hanyalah mempelajari segala sesuatu tentang penyakit," katanya. Akibatnya, ujar dia kewajiban untuk menyehatkan rakyat hanya sekedar menganjurkan minum vitamin, mineral, tonik serta mengobati pasien yang sakit, padahal selain itu Dokter juga harus berperan dalam intervensi mental dan sosial di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, dokter pada dasarnya adalah seorang intelektual yang dalam menjalankan profesinya langsung berhadapan atau berada di tengah masyarakat serta dibekali nilai profesi yg harus menjadi kompas. Adib mengatakan, nilai profesi itu antara lain kemanusiaan, etika dan kompetensi.

"Dimanapun dokter ditempatkan seyogianya ia menjalankan peran intelektuial profesional. Itulah yyg dilakukan Dokter Wahidin dan sejawatnya lebih dari seabad yang lalu sebelum adanya rekomendasi WHO," katanya.

Untuk itu, ia berharap peran dokter saat ini harus dikembalikan kepada peran dokter yang dicontohkan oleh Dokter Wahidin Sudirohusodo pada zaman Kebangkitan Nasional pada awal abad ke-20.
Sumber : ANTARA News, oleh M. Razi Rahman, Jakarta, 25 Oktober 2013.